BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang Masalah
Kosakata
memiliki peran penting dalam pembelajaran bahasa. Meskipun kosakata tidak
selalu dijadikan prioritas dalam pembelajaran bahasa, perhatian pada kosakata
dalam pembelajaran bahasa telah meningkat dengan cepat akhir-akhir ini dan para
ahli sekarang menekankan perlunya pendekatan yang sistematik untuk pembelajaran
kosakata. Salah satu pendorong meningkatnya status kosakata dalam pembelajaran
bahasa adalah berkembangnya pendekatan komunikatif dan metode yang menekankan
pemahaman. Para pendukung pendekatan dan metode ini menyatakan bahwa tahap
pembelajaran awal sebaiknya ditekankan pada kosakata dan tata bahasa. (Nunan,
1991:117).
Pentingnya
kosakata dalam pembelajaran bahasa juga diilustrasikan oleh Wilkins (Thornbury,
2002:13), yang menyatakan bahwa “without
grammar, little can be conveyed; without vocabulary, nothing can be conveyed”.
Lebih lanjut dia mengemukakan bahwa dengan mempelajari kosakata seseorang akan
dapat meningkatkan kemampuan berbahasa dengan cepat. Harmer (1992:153) juga
menyatakan hal yang serupa bahwa “if
language structures make up the skeleton of language, then it is vocabulary
that provides the vital organs and the flesh”. Dari pernyataan tersebut
dapat disimpulkan bahwa untuk kepentingan komunikasi kosakata lebih penting
daripada tata bahasa.
B.
Rumusan Masalah
1. Apa Pengertian Dari Teaching
Vocabulary?
2. Kenapa Penting Mempelajari Vocabulary?
3. Apa Saja Teknik-Teknik Dari Teaching
Vocabulary?
4. Apa Pengertian Grammar?
5. Bagaimana Teknik-Teknik Pengajaran
Grammar?
C.
Tujuan
1. Mengetahui Dan Memahami Pengertian Dari Teaching
Vocabulary
2. Mengetahui dan Memahami Apa Saja Jenis-Jenis Teaching Vocabulary
3. Dapat Mengetahui dan Memahami Apa Saja
Teknik-Teknik Dari Teaching Vocabulary
4. Memahami dan Mengetahui Pengertian Grammar
5. Memahami Teknik-teknik Pengajaran Grammar
BAB
II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian Vocabulary
Vocabulary
adalah himpunan kata yang diketahui oleh seseorang atau merupakan bagian dari
suatu bahasa tertentu. Kosakata seseorang didefinisikan sebagai himpunan semua
kata-kata yang dimengerti oleh orang tersebut untuk menyusun kalimat baru.
Kekayaan kosakata seseorang secara umum dianggap merupakan gambaran dari
intelegensi atau tingkat pendidikannya.
Vocabulary
adalah kosakata atau pembendaharaan kata yang sangat signifikan untuk
diketahui, yang berarti semua kata yang
digunakan dalam bahasa inggris.
Dari
definisi vocabulary diatas, dapat disimpulkan bahwa vocabulary (kosakata)
adalah kumpulan kata ataupun frase yang biasanya disusun secara berurutan dan
diterjemahkan.
B.
Pentingnya Mempelajari Vocabulary
Ada
perbedaan pendapat mengengenai pembelajaran kosakata. Apakah kosakata perlu
dipelajari secara eksplisit ataukah kosakata cukup dipelajari secara implisit?
Dalam pembelajaran kosakata secara eksplisit, para siswa melakukan kegiatan
yang memang dirancang untuk kosakata.
Sokmen
(Decarrico, 2001:286) mengemukakan beberapa prinsip pembelajaran kosakata
secara eksplisit. Prinsip-prinsip tersebut antara lain memperkaya kosakata,
menyatukan kosakata baru dengan kosakata yang sudah dikuasai, menyediakan
kosakata baru, meningkatkan pemahaman, membantu memahami makna, menggunakan
beragam teknik, and mendorong penggunaan strategi belajar mandiri.[1]
Pembelajaran
kosakata secara implisit adalah pembelajaran yang tidak dirancang untuk
kosakata. Misalnya, ketika siswa membaca teks atau menggunakan bahasa untuk
komunikasi, secara otomatis mereka juga mempelajari kosakata.
Tanpa mengetahui grammar, sedikit sekali yang
bisa kita ungkapkan. Namun, tanpa mengetahui
kosakata, tidak ada yang bisa kita ungkapkan.Meski kita mempunyai
kemampuan grammar (tata bahasa) yang baik, namun kemampuan tersebut akan
sia-sia saja jika kita tidak memiliki cukup penguasaan akan vocabulary.
Orang
yang mengetahui lebih banyak kata pasti bisa berbicara dan bahkan bisa berpikir
lebih tepatnya tentang dunia.
C.
Teknik-Teknik Atau Strategi Pembelajaran Vocabulary
Brown
(2001 : 377-378) memberikan rambu-rambu pengajaran kosakata yang komunikatif
sebagai berikut:
1. Ada waktu khusus untuk
pembelajaran kosakata
2. Siswa belajar kosakata
dalam konteks
3. Penggunaan kamus
monolingual ditingkatkan
4. Siswa didorong untuk
mengembangkan strategi untuk menebak makna kata
5. Pembelajaran kosakata
yang tidak terencana dapat terjadi[2]
Dalam
menjelaskan kosakata kepada siswa, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan
guru. Nation (2005) menyarankan beberapa cara yang dapat digunakan untuk
menjelaskan kosakata:
1. Penjelasan hendaknya
sederhana dan ringkas, tidak perlu berbelit-belit.
2.
Kosakata baru dapat dikaitkan dikaitkan dengan kosakata yang sudah dipelajari
dengan menunjukkan pola atau analogi.
3. Penjelasan disajikan
secara lisan dan tertulis.
4. Perhatian dicurahkan
pada kata-kata yang bagian-bagiannya sudah diketahui.
5.
Siswa diberi tahu bahwa kata-kata yang dipelajari adalah kata-kata penting
untuk berkomunikasi.
6. Penjelasan hendaknya
tidak menggunakan kata sulit lainnya.
Ada
beberapa langkah dalam proses penguasaan kosakata. Hatch & Brown (1995:372-392)
menunjukkan lima langkah dalam menguasai kosakata, yaitu encountering new words, getting the word form, getting the word
meaning, consolidating word form and meaning in memory, dan using the word.[3]
Langkah
pertama, siswa menemukan kata baru. Kata baru tentu menjadi kata sulit baik
dari ejaan, makna, maupun penggunaan. Untuk mengetahuinya, siswa perlu menempuh
langkah kedua dengan memperhatikan ejaan dan ucapannya. Untuk kosakata bahasa
Inggris, langkah kedua ini penting karena ejaan dan ucapan bahasa Inggris tidak
selalu sama. Langkah ketiga ditempuh untuk memahami makna kata. Langkah keempat
dan kelima ditempuh untuk benar-benar menguasai kata baru, yaitu dengan
menyatukan bentuk dan makna dalam ingatan, dan menggunakannya dalam tindak
komunikasi.
Cara
Teknik yang lain dapat dilakukan sebagai berikut.
1. Observe and remember
a.
Tujuan:
Untuk menguji kemampuan siswa dalam mengamati (observe) dan mengingat (remember)
kosa kata.
b.
Tingkatan:
Semua (elementary, intermediate atau advance)
c.
Peralatan
dan materi: Macam-macam benda kecil dan mudah diidentifikasi. Untuk tingkat
dasar (elementary) bisa menggunakan 12 benda, untuk tingkatan menengah (intermediate) bisa
menggunakan 15-20 benda, dan untuk tingkatan atas (advance) bisa
menggunakan 25-30 benda.
Kumpulkan
berbagai macam benda kecil yang mudah diidentifikasi seperti pesil, penghapus,
penggaris, pulpen, buku, sendok, kancing baju, lem atau benda apa pun yang
tentunya sesuai dengan tingkatan bahasa siswa. Letakkan benda-benda tersebut di
meja di depan kelas.
Siswa
diminta untuk maju ke depan dan amati benda-benda tersebut yang tentunya dengan
batas waktu, kemudian siswa diminta untuk kembali duduk. Tutup benda-benda yang
diamati dengan kain atau apa pun agar siswa tidak melihat benda-benda tersebut.
Instruksikan
siswa untuk mengambil pensil dan kertas dan mulai untuk menuliskan nama-nama
benda yang sudah diamati dalam bahasa Inggris. Batasi waktunya.
Siswa
diminta lagi untuk maju kedepan untuk memberikan nama-nama benda tersebut dan
menyebutkannya satu per satu. Siswa yang paling banyak menuliskan dan
menyebutkan benda dengan benar ialah pemenangnya.
2.
Word Matching
a.
Tujuan:
Untuk melatih kombinasi antara synonyms (persamaan kata)
dan antonyms (lawan kata)
b.
Tingkatan:
Menengah (intermediate) dan atas (advance)
c.
Peralatan
dan materi: pensil dan kertas
d.
Persiapkan
daftar kata-kata yang mudah untuk di cari lawan kata atau persamaan katanya,
seperti hot-cold, big-little dan lain sebagainya.
e.
Guru
membacakan kata-kata yang sudah dipersiapkan sebelumnya satu persatu dengan
jeda waktu yang relatif singkat, misalkan satu menit.
f.
Siswa
diminta untuk menuliskan persamaan kata atau perlawanan kata (tergantung
perintah pengajar) dengan cepat. Siswa yang menuliskan persamaan dan perlawanan
kata dengan benar terbanyak dia lah pemenangnya.
Contoh Perlawanan kata
|
•
Hot-Cold
•
Rich-Poor
•
Wet-Dry
•
Pass-Fail
•
Big-Little
•
Right-Wrong
•
Noisy-Quiet
•
Hungry-Thirsty
•
Tall-Short
•
Happy-Sad
|
•
Sharp-Dull
•
Fat-Thin
•
Sick-Well
•
Aunt-Uncle
•
Fast-Slow
•
Knife-Fork
•
High-Low
•
Sell-Buy
•
Clean-Dirty
•
Girl-Boy
|
3.
Blindfold
a.
Tujuan:
Untuk mendeskripsikan kosakata (vocabulary) yang berbentuk kata benda materi (material nouns).
b.
Tingkatan:
Semua (elementary, intermeidate, dan
advance)
c.
Peralatan
dan materi: Penutup mata (kain atau selendang), Benda-benda sesuai dengan apa
yang di ajarakan (pensil, buku, penghapus, dan lain-lain).
d.
Sebelum
menginjak ke permainan, alangka baiknya jika siswa di ajarkan ungkapan-ungkapan
deskripsi sederhana (untuk elementary) seperti: "it is big", "it is
long", it is sharp",
"it is heavy", "it is light", "I think it is ...".
e.
Siswa
diminta untuk menutup mata mereka dengan kain atau selendang yang sudah
dipersiapkan.
f.
Setelah
semua siswa tertutup matanya, guru akan memberikan benda-benda yang telah
dipersiapkan tadi seperti buku, pensil, pulpen, dll. kepada masing-masing
siswa.
g.
Siswa
kemudian diminta untuk mendeskripsikan benda-benda tersebut. Siswa yang
berhasil mendeskripsikan dan menebak benda tersebut dengan benar, dia akan
mendapatkan reward atau hadiah.
6. Whisper & Write (W2)
a. Tujuan: Untuk melatih pronunciation dan writing
siswa.
b. Tingkatan: Elementary dan Intermediate
c. Perlatan dan materi: Daftar vocabulary
baik nouns, verbs, adverbs, atau adjectives. Bisa juga menggunakan satu
kalimat atau clasuse.
Cara
penerapan teknik Whisper & Write (W2)
a) Siswa dibagi menjadi dua kelompok,
kelompok A dan B. Masing-masing kelompok kemudian membentuk barisan. Misalkan
saja ada 5 siswa di setiap kelompok. Siswa A1 berdiri di dekat papan tulis,
kemudian siswa A2 berdiri disampingnya, begitu juga siswa A3, A4, sampai A5.
Begitu juga dengan kelompok B. Pastikan jarak antar siswa harus lebar agar
mereka tidak bisa mendengar bisikan temannya.
b) Memberikan beberapa kosakata yang
berkaitan dengan materi ke siswa A5 dan B5.
c) Kosakata diberikan ke teman yang lainnya
dengan cara dibisikan; A5 ke A4 dan B5 ke B4. Kegiatan tersebut berlangsung
hingga mencapai siswa yang dekat dengan papan tulis yaitu A1 dan B1.
d)
Siswa A1 dan B1 menuliskan daftar kosakata yang di
dengar di papan tulis. Kelompok yang paling cepat dan tepat dalam menuliskan
kosakata tersebut ialah pemenangnya.
7.
Simon Says
a. Tujuan: Untuk mengingat kosakata
(vocabulary) yang berbentuk kata benda materi (material nouns).
b. Tingkatan: Semua (elementary, intermeidate, dan advance) Peralatan dan materi.
1. Siswa diminta berdiri membentuk lingkaran,
dan guru menjelaskan peraturan permainan. Jika guru menyebutkan sesuatu dengan
diawali dengan “Simon says” maka
semua siswa harus mengikuti instruksi tersebut. Jika tidak diawali dengan kata
“Simon says” maka siswa yang
mengikuti instrusi harus keluar dari permainan. Contoh “Simon says: “touch your nose!”, Simon
says: Touch your chin!”.
2. Siswa terakhir yang bertahan menjadi
pemenang .dan berhak mendapat hadiah.
D. Pengertian Grammar (Grammar for Young Learnes)
Tata bahasa (Grammar)
atau kaidah-kaidah bahasa merupakan pola dan aturan yang harus di ikuti bila
kita mau belajar suatu bahasa dengan benar. Istilah untuk komponen bahasa yang
pertama ini. Komponen ini merupakan kerangka bahasa yang harus diikuti agar
bahasa bisa diterima dengan baik. Sebuah bahasa dikatakan baik apabila sesuai
atau mematuhi aturan atau tata bahasa yang berlaku untuk bahasa tersebut. [4]
Untuk anak sekolah dasar, sebaiknya grammar
diajarkan dalam bentuk terintergrasi dengan kosakata dalam kalimat pernyataan,
karena itu akan memudahkan belajar siswa, misalnya sebagai pertanyaan
komunikatif dalam bentuk tanya jawab.
Dalam hal ini, pelajaran grammar dan vocabulary tidak
dapat dipisahkan sebab pola kalimat perlu diberikan dengan menggunakan kosakata
atau vocabulary untuk membuat konteks yang bermakna. Karena itu, dalam
kelas grammar dan vocabulary sebaiknya diajarkan dan dipelajari
secara bersama-sama. Misalnya, guru tidak mengajarkan bentuk singular dan
plural dengan ketentuannya, tetapi dengan memberikan contoh kalimat menggunakan
kosakata nama buah-buahan atau yang lainnya.
Present
simple adalah dasar bagi setiap anak untuk mempelajari Bahasa inggris, sehingga
apabila anak menguasai present simple maka akan memudahkan anak ketika mereka
mempelajari Bahasa inggris lebih lanjut. Present simple digunakan untuk
berbicara tentang kegiatan yang kita lakukan secara teratur (regular) misalnya:
bangun tidur, pergi kesekolah, sarapan, mengerjakan kegiatan rumah dan regular
lainnya. Oleh karena itulah present simple sangat penting dikusai terlebih
dahulu sebelum melanjutkan belajar
Bahasa Inggris ketingkat selanjtnya. Berikut rumus present simple yang mudahdan
benar:
Perlu
diingat untuk subjeck HE, SHE, IT
,dan NAMA ORANG, kita menggunkan akhiran S/ES, atau bahkan IES, berdasarkan kata
kerja yang dipakai. Ingat akhiran S/ES, atau bahkan IES digunakan hanya untuk
kalimat positif. Jika kalimat negative dan kalimat Tanya kita menggunakan DOES
sehingga tidak perlu lagi menggunakan S, ES, atau bahkan IES/DOES sehingga
tidak perlu lagi menggunakan S/ ES, atau bahkan IES.
E. Teknik-Teknik Pengajaran Grammar (Teaching Tehnique)
Secara umum metode di artikan sebagai cara melakukan
sesuatu. Secara khusus metode pembelajaran di artikan sebagai cara atau pola
yang khas dalam memanfaatkan berbagai prinsip dasar pendidikan. Selain itu
metode juga sebagai tekhnik dan sumber daya terkait lainya agar terjadi proses
pembelajaran pada diri pembelajar.
Prinsip dasar pendidikan yang dimaksudkan di antaranya
prinsip psikologis pendidikan dan prinsip pedagogis. Sedangkan teknik-teknik
yang terkait dalam pembelajaran di antaranya teknik komunikasi dan teknik
pengelolaan pembelajaran atau manajemen.
Teknik komunikasi dalam pembelajaran ialah bagaimana
menyampaikan pesan atau materi pembelajaran serta bagaimana mengembangkan
dialog antara guru dan murid atau sesama murid secara efektif. Ini terkait
dengan pengemasan, pengiriman, media, gangguan, penerimaan, interpretasi,
dampak, dan umpan balik. Teknik pengelolaan pembelajaran terkait dengan
perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan penilaian dalam pembelajaran.[5]
Ada banyak metode pembelajaran yang dapat digunakan
untuk menyampaikan pembelajaran bahasa inggris khususnya ketika membahas
tentang grammar utuk anak-anak sekolah dasar. Dunia saat usia ini masih
menyukai bermain. Karenanya pembelajaran yang disampaikan harus membuat anak
merasa rileks nyaman dan menyenangkan.
Salah satu contoh metode pembelajaran yang dapat
digunakan dalam belajar grammar adalah menyanyi . guru dapat mengajarkan
grammar dengan bernyanyi, sehingga tercipta suasana yang hangat dan
menyenangkan tanpa menghilangkan unsur-unsur pengetahuanya. Dalam metode ini
guru tidak perlu mengajarkan nyanyian orang dewasa yang sulit dipahami oleh
anak-anak didiknya karena masih banyak lagu anak-anak yang singkat yang sesuai
usia anak.
Guru juga dapat memadukan antara mengajarkan anak
bernyanyi dengan senam, misalnya anak di ajari lagu “head and shoulders knees and toes ( parts of body ), sambil
menunjukan anggota badan yang dimaksud atau guru dapat memadukan dengan games
games yang mendidik. Misalnya siswa dibagi beberapa kelompok, kemudian
perwakilan tiap tiap kelompok menuliskan bentuk-bentuk simple present di papan
tulis, dengan disemangati oleh teman-teman kelompoknya.
Pembelajaran untuk anaka-anak SD dapat pula
dilaksanakan dengan semacam metode bermain peran (role play), untuk melatih keberanian anak mengucapkan kata-kata
dalam bahasa inggris.
Tentu saja masih banyak lagi metode metode lain yang
dapat digunakan dalam pembelajaran grammar pada anak SD. Semua itu tergantung
pada kreatifitas guru-guru dalam menyampaikan materi. Untuk menyampaikan
pembelajaran yang berkualitas dan menyenangkan, tidaklah harus menggunakan
media dan sarana pembelajaran yang mahal seperti laptop, ruangan ber AC, dan
lain-lain. Semoderen apapun media pembelajaran dikelas yang digunakan tetapi
gurulah yang menjadi penyemangat dan motivator utama bagi anak.
BAB
III
PENUTUP
Simpulan
Vocabulary
adalah himpunan kata yang diketahui oleh seseorang atau merupakan bagian dari
suatu bahasa tertentu. Kosakata seseorang didefinisikansebagai himpunan semua
kata-kata yang dimengerti oleh orang tersebut untuk menyusun kalimat baru.
Kekayaan kosakata seseorang secara umum dianggap merupakan gambaran dari intelegensi
atau tingkat pendidikannya.
Tanpa
mengetahui grammar, sedikit sekali yang bisa kita ungkapkan. Namun, tanpa
mengetahui kosakata, tidak ada yang bisa
kita ungkapkan.Meski kita mempunyai kemampuan grammar (tata bahasa) yang baik,
namun kemampuan tersebut akan sia-sia saja jika kita tidak memiliki cukup
penguasaan akan vocabulary.
Orang
yang mengetahui lebih banyak kata pasti bisa berbicara dan bahkan bisa berpikir
lebih tepatnya tentang dunia.
Cara
Teknik yang lain dapat dilakukan sebagai berikut.
1.
Observe and remember
2.
Word Matching
3.
Blindfold
4.
Whisper & Write (W2)
5.
Simon Says
Tata bahasa (Grammar)
atau kaidah-kaidah bahasa merupakan pola dan aturan yang harus di ikuti bila
kita mau belajar suatu bahasa dengan benar. Istilah untuk komponen bahasa yang pertama
ini. Komponen ini merupakan kerangka bahasa yang harus diikuti agar bahasa bisa
diterima dengan baik. Sebuah bahasa dikatakan baik apabila sesuai atau mematuhi
aturan atau tata bahasa yang berlaku untuk bahasa tersebut.
Salah satu contoh metode pembelajaran yang dapat
digunakan dalam belajar grammar adalah menyanyi . guru dapat mengajarkan
grammar dengan bernyanyi, sehingga tercipta suasana yang hangat dan
menyenangkan tanpa menghilangkan unsur-unsur pengetahuanya. Dalam metode ini
guru tidak perlu mengajarkan nyanyian orang dewasa yang sulit dipahami oleh
anak-anak didiknya karena masih banyak lagu anak-anak yang singkat yang sesuai
usia anak.
Guru juga dapat memadukan antara mengajarkan anak
bernyanyi dengan senam, misalnya anak di ajari lagu “head and shoulders knees and toes ( parts of body ), sambil
menunjukan anggota badan yang dimaksud atau guru dapat memadukan dengan games
games yang mendidik. Misalnya siswa dibagi beberapa kelompok, kemudian
perwakilan tiap tiap kelompok menuliskan bentuk-bentuk simple present di papan
tulis, dengan disemangati oleh teman-teman kelompoknya.
Pembelajaran untuk anaka-anak SD dapat pula
dilaksanakan dengan semacam metode bermain peran (role play), untuk melatih keberanian anak mengucapkan kata-kata
dalam bahasa inggris.
DAFTAR
PUSTAKA
Anonim, Pembelajaran Komponen Bahasa dalam
(http:// blogspot.co.id), di akses pada tanggal 06 oktober 2016.
Aqib, Zainal, Model-Model
Media Dan Strategi Pembelajaran Konstektual (Inovatif), Bandung: Rama
Widya, 2013.
Brown,
H. D. 2001. Teaching by Principles. White Plain, NY: Addison Wesley Longman,
Inc.
Decarrico,
J. S. 2001. Vocabulary Learning and Teaching. In Celce-Murcia, M. (Ed).
Teaching English as a Second and Foreign Language. Boston: Heinle &
Heinle
Hatch,
E. & Brown, C. 1995. Vocabulary, Semantics, and Language Education.
Cambridge: Cambridge University Press
Nation, I. S. P. 2005. Teaching Vocabulary. Asian EFL
Journal. Volume 7. Issue 6. Oktober 2016.
http://www.asian-efl-journal.com/September_05_pn.php
[1] J.
S. Decarrico, Vocabulary Learning and
Teaching. In Celce-Murcia, M. (Ed). Teaching English as a Second and Foreign
Language. (Boston: Heinle & Heinle, 2001), h. 286
[2] Brown, H. D.. Teaching by
Principles. (White Plain, NY: Addison Wesley Longman, Inc, 2001), h. 377-378
[3] E, Hatch. & Brown, C.. Vocabulary,
Semantics, and Language Education. (Cambridge: Cambridge University Press,
1995), h.372-379
[4] Anonim, Pembelajaran Komponen Bahasa dalam (http://
blogspot.co.id), di akses pada tanggal 06 oktober 2016
[5]Zainal
Aqib, Model-Model Media Dan Strategi
Pembelajaran Konstektual (Inovatif), (Bandung: Rama Widya, 2013), h. 102