IBX5A5FE9E6C66F7

Tuesday, January 17, 2017

Strategi atau Teknik dalam Pengajaran Vocabulary dan Grammar



BAB I
PENDAHULUAN

A.  Latar Belakang Masalah
Kosakata memiliki peran penting dalam pembelajaran bahasa. Meskipun kosakata tidak selalu dijadikan prioritas dalam pembelajaran bahasa, perhatian pada kosakata dalam pembelajaran bahasa telah meningkat dengan cepat akhir-akhir ini dan para ahli sekarang menekankan perlunya pendekatan yang sistematik untuk pembelajaran kosakata. Salah satu pendorong meningkatnya status kosakata dalam pembelajaran bahasa adalah berkembangnya pendekatan komunikatif dan metode yang menekankan pemahaman. Para pendukung pendekatan dan metode ini menyatakan bahwa tahap pembelajaran awal sebaiknya ditekankan pada kosakata dan tata bahasa. (Nunan, 1991:117).
Pentingnya kosakata dalam pembelajaran bahasa juga diilustrasikan oleh Wilkins (Thornbury, 2002:13), yang menyatakan bahwa “without grammar, little can be conveyed; without vocabulary, nothing can be conveyed”. Lebih lanjut dia mengemukakan bahwa dengan mempelajari kosakata seseorang akan dapat meningkatkan kemampuan berbahasa dengan cepat. Harmer (1992:153) juga menyatakan hal yang serupa bahwa “if language structures make up the skeleton of language, then it is vocabulary that provides the vital organs and the flesh”. Dari pernyataan tersebut dapat disimpulkan bahwa untuk kepentingan komunikasi kosakata lebih penting daripada tata bahasa.
B.  Rumusan Masalah
1.      Apa Pengertian Dari Teaching Vocabulary?
2.      Kenapa Penting Mempelajari Vocabulary?
3.      Apa Saja Teknik-Teknik Dari Teaching Vocabulary?
4.      Apa Pengertian Grammar?
5.      Bagaimana Teknik-Teknik Pengajaran Grammar?



C.  Tujuan
1.      Mengetahui Dan Memahami Pengertian Dari Teaching Vocabulary
2.      Mengetahui dan Memahami  Apa Saja Jenis-Jenis Teaching Vocabulary
3.      Dapat Mengetahui dan Memahami Apa Saja Teknik-Teknik Dari Teaching Vocabulary
4.      Memahami dan Mengetahui Pengertian Grammar
5.      Memahami Teknik-teknik Pengajaran Grammar




















BAB II
PEMBAHASAN


A.  Pengertian Vocabulary
Vocabulary adalah himpunan kata yang diketahui oleh seseorang atau merupakan bagian dari suatu bahasa tertentu. Kosakata seseorang didefinisikan sebagai himpunan semua kata-kata yang dimengerti oleh orang tersebut untuk menyusun kalimat baru. Kekayaan kosakata seseorang secara umum dianggap merupakan gambaran dari intelegensi atau tingkat pendidikannya.
Vocabulary adalah kosakata atau pembendaharaan kata yang sangat signifikan untuk diketahui, yang berarti  semua kata yang digunakan dalam bahasa inggris.
Dari definisi vocabulary diatas, dapat disimpulkan bahwa vocabulary (kosakata) adalah kumpulan kata ataupun frase yang biasanya disusun secara berurutan dan diterjemahkan.
B.  Pentingnya Mempelajari Vocabulary
Ada perbedaan pendapat mengengenai pembelajaran kosakata. Apakah kosakata perlu dipelajari secara eksplisit ataukah kosakata cukup dipelajari secara implisit? Dalam pembelajaran kosakata secara eksplisit, para siswa melakukan kegiatan yang memang dirancang untuk kosakata.
Sokmen (Decarrico, 2001:286) mengemukakan beberapa prinsip pembelajaran kosakata secara eksplisit. Prinsip-prinsip tersebut antara lain memperkaya kosakata, menyatukan kosakata baru dengan kosakata yang sudah dikuasai, menyediakan kosakata baru, meningkatkan pemahaman, membantu memahami makna, menggunakan beragam teknik, and mendorong penggunaan strategi belajar mandiri.[1]
Pembelajaran kosakata secara implisit adalah pembelajaran yang tidak dirancang untuk kosakata. Misalnya, ketika siswa membaca teks atau menggunakan bahasa untuk komunikasi, secara otomatis mereka juga mempelajari kosakata.
 Tanpa mengetahui grammar, sedikit sekali yang bisa kita ungkapkan. Namun, tanpa mengetahui  kosakata, tidak ada yang bisa kita ungkapkan.Meski kita mempunyai kemampuan grammar (tata bahasa) yang baik, namun kemampuan tersebut akan sia-sia saja jika kita tidak memiliki cukup penguasaan akan vocabulary.
Orang yang mengetahui lebih banyak kata pasti bisa berbicara dan bahkan bisa berpikir lebih tepatnya tentang dunia.
C.  Teknik-Teknik Atau Strategi Pembelajaran Vocabulary
Brown (2001 : 377-378) memberikan rambu-rambu pengajaran kosakata yang komunikatif sebagai berikut:
1. Ada waktu khusus untuk pembelajaran kosakata 
2. Siswa belajar kosakata dalam konteks
3. Penggunaan kamus monolingual ditingkatkan
4. Siswa didorong untuk mengembangkan strategi untuk menebak makna kata
5. Pembelajaran kosakata yang tidak terencana dapat terjadi[2]
Dalam menjelaskan kosakata kepada siswa, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan guru. Nation (2005) menyarankan beberapa cara yang dapat digunakan untuk menjelaskan kosakata:
1. Penjelasan hendaknya sederhana dan ringkas, tidak perlu berbelit-belit.
2. Kosakata baru dapat dikaitkan dikaitkan dengan kosakata yang sudah dipelajari dengan menunjukkan pola atau analogi.
3. Penjelasan disajikan secara lisan dan tertulis.
4. Perhatian dicurahkan pada kata-kata yang bagian-bagiannya sudah diketahui. 
5. Siswa diberi tahu bahwa kata-kata yang dipelajari adalah kata-kata penting untuk berkomunikasi.
6. Penjelasan hendaknya tidak menggunakan kata sulit lainnya. 
Ada beberapa langkah dalam proses penguasaan kosakata. Hatch & Brown (1995:372-392) menunjukkan lima langkah dalam menguasai kosakata, yaitu encountering new words, getting the word form, getting the word meaning, consolidating word form and meaning in memory, dan using the word.[3]
Langkah pertama, siswa menemukan kata baru. Kata baru tentu menjadi kata sulit baik dari ejaan, makna, maupun penggunaan. Untuk mengetahuinya, siswa perlu menempuh langkah kedua dengan memperhatikan ejaan dan ucapannya. Untuk kosakata bahasa Inggris, langkah kedua ini penting karena ejaan dan ucapan bahasa Inggris tidak selalu sama. Langkah ketiga ditempuh untuk memahami makna kata. Langkah keempat dan kelima ditempuh untuk benar-benar menguasai kata baru, yaitu dengan menyatukan bentuk dan makna dalam ingatan, dan menggunakannya dalam tindak komunikasi.
Cara Teknik yang lain dapat dilakukan sebagai berikut.
1. Observe and remember
a.    Tujuan: Untuk menguji kemampuan siswa dalam mengamati (observe) dan mengingat (remember) kosa kata.
b.    Tingkatan: Semua (elementary, intermediate atau advance)
c.    Peralatan dan materi: Macam-macam benda kecil dan mudah diidentifikasi. Untuk tingkat dasar (elementary) bisa menggunakan 12 benda, untuk tingkatan menengah (intermediate) bisa menggunakan 15-20 benda, dan untuk tingkatan atas (advance) bisa menggunakan 25-30 benda.
Kumpulkan berbagai macam benda kecil yang mudah diidentifikasi seperti pesil, penghapus, penggaris, pulpen, buku, sendok, kancing baju, lem atau benda apa pun yang tentunya sesuai dengan tingkatan bahasa siswa. Letakkan benda-benda tersebut di meja di depan kelas.
Siswa diminta untuk maju ke depan dan amati benda-benda tersebut yang tentunya dengan batas waktu, kemudian siswa diminta untuk kembali duduk. Tutup benda-benda yang diamati dengan kain atau apa pun agar siswa tidak melihat benda-benda tersebut.
Instruksikan siswa untuk mengambil pensil dan kertas dan mulai untuk menuliskan nama-nama benda yang sudah diamati dalam bahasa Inggris. Batasi waktunya.
Siswa diminta lagi untuk maju kedepan untuk memberikan nama-nama benda tersebut dan menyebutkannya satu per satu. Siswa yang paling banyak menuliskan dan menyebutkan benda dengan benar ialah pemenangnya.
2. Word Matching
a.    Tujuan: Untuk melatih kombinasi antara  synonyms (persamaan kata) dan antonyms (lawan kata)
b.    Tingkatan: Menengah (intermediate) dan atas (advance)
c.    Peralatan dan materi: pensil dan kertas
d.    Persiapkan daftar kata-kata yang mudah untuk di cari lawan kata atau persamaan katanya, seperti hot-cold, big-little dan lain sebagainya.
e.    Guru membacakan kata-kata yang sudah dipersiapkan sebelumnya satu persatu dengan jeda waktu yang relatif singkat, misalkan satu menit.
f.     Siswa diminta untuk menuliskan persamaan kata atau perlawanan kata (tergantung perintah pengajar) dengan cepat. Siswa yang menuliskan persamaan dan perlawanan kata dengan benar terbanyak dia lah pemenangnya.
Contoh Perlawanan kata
      Hot-Cold
      Rich-Poor
      Wet-Dry
      Pass-Fail
      Big-Little
      Right-Wrong
      Noisy-Quiet
      Hungry-Thirsty
      Tall-Short
      Happy-Sad

      Sharp-Dull
      Fat-Thin
      Sick-Well
      Aunt-Uncle
      Fast-Slow
      Knife-Fork
      High-Low
      Sell-Buy
      Clean-Dirty
      Girl-Boy

3. Blindfold 
a.    Tujuan: Untuk mendeskripsikan kosakata (vocabulary) yang berbentuk kata benda materi (material nouns).
b.    Tingkatan: Semua (elementary, intermeidate, dan advance)
c.    Peralatan dan materi: Penutup mata (kain atau selendang), Benda-benda sesuai dengan apa yang di ajarakan (pensil, buku, penghapus, dan lain-lain).
d.    Sebelum menginjak ke permainan, alangka baiknya jika siswa di ajarkan ungkapan-ungkapan deskripsi sederhana (untuk elementary) seperti: "it is big", "it is long", it is sharp", "it is heavy", "it is light", "I think it is ...".
e.    Siswa diminta untuk menutup mata mereka dengan kain atau selendang yang sudah dipersiapkan.
f.     Setelah semua siswa tertutup matanya, guru akan memberikan benda-benda yang telah dipersiapkan tadi seperti buku, pensil, pulpen, dll. kepada masing-masing siswa.
g.    Siswa kemudian diminta untuk mendeskripsikan benda-benda tersebut. Siswa yang berhasil mendeskripsikan dan menebak benda tersebut dengan benar, dia akan mendapatkan reward atau hadiah.
6.    Whisper & Write (W2)
a.    Tujuan: Untuk melatih pronunciation dan writing siswa.
b.    Tingkatan: Elementary dan Intermediate
c.    Perlatan dan materi: Daftar vocabulary baik nouns, verbs, adverbs, atau adjectives. Bisa juga menggunakan satu kalimat atau clasuse.
Cara penerapan teknik Whisper & Write (W2)
a)      Siswa dibagi menjadi dua kelompok, kelompok A dan B. Masing-masing kelompok kemudian membentuk barisan. Misalkan saja ada 5 siswa di setiap kelompok. Siswa A1 berdiri di dekat papan tulis, kemudian siswa A2 berdiri disampingnya, begitu juga siswa A3, A4, sampai A5. Begitu juga dengan kelompok B. Pastikan jarak antar siswa harus lebar agar mereka tidak bisa mendengar bisikan temannya.
b)      Memberikan beberapa kosakata yang berkaitan dengan materi ke siswa A5 dan B5.
c)      Kosakata diberikan ke teman yang lainnya dengan cara dibisikan; A5 ke A4 dan B5 ke B4. Kegiatan tersebut berlangsung hingga mencapai siswa yang dekat dengan papan tulis yaitu A1 dan B1.
d)      Siswa A1 dan B1 menuliskan daftar kosakata yang di dengar di papan tulis. Kelompok yang paling cepat dan tepat dalam menuliskan kosakata tersebut ialah pemenangnya.














7.    Simon Says
a.    Tujuan: Untuk mengingat kosakata (vocabulary) yang berbentuk kata benda materi (material nouns).
b.    Tingkatan: Semua (elementary, intermeidate, dan advance) Peralatan dan materi.
1.    Siswa diminta berdiri membentuk lingkaran, dan guru menjelaskan peraturan permainan. Jika guru menyebutkan sesuatu dengan diawali dengan “Simon says” maka semua siswa harus mengikuti instruksi tersebut. Jika tidak diawali dengan kata “Simon says” maka siswa yang mengikuti instrusi harus keluar dari permainan. Contoh “Simon says: “touch your nose!”, Simon says: Touch your chin!”.
2.    Siswa terakhir yang bertahan menjadi pemenang .dan berhak mendapat hadiah.
D.  Pengertian Grammar (Grammar for Young Learnes)
Tata bahasa (Grammar) atau kaidah-kaidah bahasa merupakan pola dan aturan yang harus di ikuti bila kita mau belajar suatu bahasa dengan benar. Istilah untuk komponen bahasa yang pertama ini. Komponen ini merupakan kerangka bahasa yang harus diikuti agar bahasa bisa diterima dengan baik. Sebuah bahasa dikatakan baik apabila sesuai atau mematuhi aturan atau tata bahasa yang berlaku untuk bahasa tersebut. [4]
Untuk anak sekolah dasar, sebaiknya grammar diajarkan dalam bentuk terintergrasi dengan kosakata dalam kalimat pernyataan, karena itu akan memudahkan belajar siswa, misalnya sebagai pertanyaan komunikatif dalam bentuk tanya jawab.
Dalam hal ini, pelajaran grammar dan vocabulary tidak dapat dipisahkan sebab pola kalimat perlu diberikan dengan menggunakan kosakata atau vocabulary untuk membuat konteks yang bermakna. Karena itu, dalam kelas grammar dan vocabulary sebaiknya diajarkan dan dipelajari secara bersama-sama. Misalnya, guru tidak mengajarkan bentuk singular dan plural dengan ketentuannya, tetapi dengan memberikan contoh kalimat menggunakan kosakata nama buah-buahan atau yang lainnya.
Present simple adalah dasar bagi setiap anak untuk mempelajari Bahasa inggris, sehingga apabila anak menguasai present simple maka akan memudahkan anak ketika mereka mempelajari Bahasa inggris lebih lanjut. Present simple digunakan untuk berbicara tentang kegiatan yang kita lakukan secara teratur (regular) misalnya: bangun tidur, pergi kesekolah, sarapan, mengerjakan kegiatan rumah dan regular lainnya. Oleh karena itulah present simple sangat penting dikusai terlebih dahulu  sebelum melanjutkan belajar Bahasa Inggris ketingkat selanjtnya. Berikut rumus present simple yang mudahdan benar:
Perlu diingat untuk subjeck HE, SHE, IT ,dan NAMA ORANG, kita menggunkan akhiran S/ES, atau bahkan IES, berdasarkan kata kerja yang dipakai. Ingat akhiran S/ES, atau bahkan IES digunakan hanya untuk kalimat positif. Jika kalimat negative dan kalimat Tanya kita menggunakan DOES sehingga tidak perlu lagi menggunakan S, ES, atau bahkan IES/DOES sehingga tidak perlu lagi menggunakan S/ ES, atau bahkan IES.
E.  Teknik-Teknik Pengajaran Grammar (Teaching Tehnique)
Secara umum metode di artikan sebagai cara melakukan sesuatu. Secara khusus metode pembelajaran di artikan sebagai cara atau pola yang khas dalam memanfaatkan berbagai prinsip dasar pendidikan. Selain itu metode juga sebagai tekhnik dan sumber daya terkait lainya agar terjadi proses pembelajaran pada diri pembelajar.
Prinsip dasar pendidikan yang dimaksudkan di antaranya prinsip psikologis pendidikan dan prinsip pedagogis. Sedangkan teknik-teknik yang terkait dalam pembelajaran di antaranya teknik komunikasi dan teknik pengelolaan pembelajaran atau manajemen.
Teknik komunikasi dalam pembelajaran ialah bagaimana menyampaikan pesan atau materi pembelajaran serta bagaimana mengembangkan dialog antara guru dan murid atau sesama murid secara efektif. Ini terkait dengan pengemasan, pengiriman, media, gangguan, penerimaan, interpretasi, dampak, dan umpan balik. Teknik pengelolaan pembelajaran terkait dengan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan penilaian dalam pembelajaran.[5]
Ada banyak metode pembelajaran yang dapat digunakan untuk menyampaikan pembelajaran bahasa inggris khususnya ketika membahas tentang grammar utuk anak-anak sekolah dasar. Dunia saat usia ini masih menyukai bermain. Karenanya pembelajaran yang disampaikan harus membuat anak merasa rileks nyaman dan menyenangkan.
Salah satu contoh metode pembelajaran yang dapat digunakan dalam belajar grammar adalah menyanyi . guru dapat mengajarkan grammar dengan bernyanyi, sehingga tercipta suasana yang hangat dan menyenangkan tanpa menghilangkan unsur-unsur pengetahuanya. Dalam metode ini guru tidak perlu mengajarkan nyanyian orang dewasa yang sulit dipahami oleh anak-anak didiknya karena masih banyak lagu anak-anak yang singkat yang sesuai usia anak.
Guru juga dapat memadukan antara mengajarkan anak bernyanyi dengan senam, misalnya anak di ajari lagu “head and shoulders knees and toes ( parts of body ), sambil menunjukan anggota badan yang dimaksud atau guru dapat memadukan dengan games games yang mendidik. Misalnya siswa dibagi beberapa kelompok, kemudian perwakilan tiap tiap kelompok menuliskan bentuk-bentuk simple present di papan tulis, dengan disemangati oleh teman-teman kelompoknya.
Pembelajaran untuk anaka-anak SD dapat pula dilaksanakan dengan semacam metode bermain peran (role play), untuk melatih keberanian anak mengucapkan kata-kata dalam bahasa inggris.
Tentu saja masih banyak lagi metode metode lain yang dapat digunakan dalam pembelajaran grammar pada anak SD. Semua itu tergantung pada kreatifitas guru-guru dalam menyampaikan materi. Untuk menyampaikan pembelajaran yang berkualitas dan menyenangkan, tidaklah harus menggunakan media dan sarana pembelajaran yang mahal seperti laptop, ruangan ber AC, dan lain-lain. Semoderen apapun media pembelajaran dikelas yang digunakan tetapi gurulah yang menjadi penyemangat dan motivator utama bagi anak.
























BAB III
PENUTUP

Simpulan
Vocabulary adalah himpunan kata yang diketahui oleh seseorang atau merupakan bagian dari suatu bahasa tertentu. Kosakata seseorang didefinisikansebagai himpunan semua kata-kata yang dimengerti oleh orang tersebut untuk menyusun kalimat baru. Kekayaan kosakata seseorang secara umum dianggap merupakan gambaran dari intelegensi atau tingkat pendidikannya.
Tanpa mengetahui grammar, sedikit sekali yang bisa kita ungkapkan. Namun, tanpa mengetahui  kosakata, tidak ada yang bisa kita ungkapkan.Meski kita mempunyai kemampuan grammar (tata bahasa) yang baik, namun kemampuan tersebut akan sia-sia saja jika kita tidak memiliki cukup penguasaan akan vocabulary.
Orang yang mengetahui lebih banyak kata pasti bisa berbicara dan bahkan bisa berpikir lebih tepatnya tentang dunia.
Cara Teknik yang lain dapat dilakukan sebagai berikut.
1.    Observe and remember
2.    Word Matching
3.    Blindfold 
4.    Whisper & Write (W2)
5.    Simon Says
Tata bahasa (Grammar) atau kaidah-kaidah bahasa merupakan pola dan aturan yang harus di ikuti bila kita mau belajar suatu bahasa dengan benar. Istilah untuk komponen bahasa yang pertama ini. Komponen ini merupakan kerangka bahasa yang harus diikuti agar bahasa bisa diterima dengan baik. Sebuah bahasa dikatakan baik apabila sesuai atau mematuhi aturan atau tata bahasa yang berlaku untuk bahasa tersebut.
Salah satu contoh metode pembelajaran yang dapat digunakan dalam belajar grammar adalah menyanyi . guru dapat mengajarkan grammar dengan bernyanyi, sehingga tercipta suasana yang hangat dan menyenangkan tanpa menghilangkan unsur-unsur pengetahuanya. Dalam metode ini guru tidak perlu mengajarkan nyanyian orang dewasa yang sulit dipahami oleh anak-anak didiknya karena masih banyak lagu anak-anak yang singkat yang sesuai usia anak.
Guru juga dapat memadukan antara mengajarkan anak bernyanyi dengan senam, misalnya anak di ajari lagu “head and shoulders knees and toes ( parts of body ), sambil menunjukan anggota badan yang dimaksud atau guru dapat memadukan dengan games games yang mendidik. Misalnya siswa dibagi beberapa kelompok, kemudian perwakilan tiap tiap kelompok menuliskan bentuk-bentuk simple present di papan tulis, dengan disemangati oleh teman-teman kelompoknya.
Pembelajaran untuk anaka-anak SD dapat pula dilaksanakan dengan semacam metode bermain peran (role play), untuk melatih keberanian anak mengucapkan kata-kata dalam bahasa inggris.



















DAFTAR PUSTAKA


Anonim, Pembelajaran Komponen Bahasa dalam (http:// blogspot.co.id), di akses pada tanggal 06 oktober 2016.
Aqib, Zainal, Model-Model Media Dan Strategi Pembelajaran Konstektual (Inovatif), Bandung: Rama Widya, 2013.
Brown, H. D. 2001. Teaching by Principles. White Plain, NY: Addison Wesley Longman, Inc. 
Decarrico, J. S. 2001. Vocabulary Learning and Teaching. In Celce-Murcia, M. (Ed). Teaching English as a Second and Foreign Language. Boston: Heinle & Heinle 
Hatch, E. & Brown, C. 1995. Vocabulary, Semantics, and Language Education. Cambridge: Cambridge University Press 
Nation, I. S. P. 2005. Teaching Vocabulary. Asian EFL Journal. Volume 7. Issue 6. Oktober 2016. http://www.asian-efl-journal.com/September_05_pn.php  












[1] J. S. Decarrico, Vocabulary Learning and Teaching. In Celce-Murcia, M. (Ed). Teaching English as a Second and Foreign Language. (Boston: Heinle & Heinle, 2001), h. 286 

[2] Brown, H. D.. Teaching by Principles. (White Plain, NY: Addison Wesley Longman, Inc, 2001), h. 377-378
[3] E, Hatch. & Brown, C.. Vocabulary, Semantics, and Language Education. (Cambridge: Cambridge University Press, 1995), h.372-379 
[4] Anonim, Pembelajaran Komponen Bahasa dalam (http:// blogspot.co.id), di akses pada tanggal 06 oktober 2016
[5]Zainal Aqib, Model-Model Media Dan Strategi Pembelajaran Konstektual (Inovatif), (Bandung: Rama Widya, 2013), h. 102